Warga Palestina mengalami teror yang berkepanjangan sebagai akibat dari serangan terus-menerus Israel. Akibat bom yang terus-menerus, debu dari rumah-rumah yang sekarang menjadi reruntuhan membuat keadaan di Gaza menjadi sangat buruk.

Terdapat sejumlah besar korban yang terkubur di dalam reruntuhan bangunan tersebut. Serangan tanpa henti itu menghentikan semua jalur komunikasi dan internet di Gaza. Tidak dibenarkan bagi dunia untuk mengetahui nasib dan kondisi warga Palestina saat ini.

Tambahan pula, pasokan listrik dan air tidak dapat digunakan. Selain rumah warga, Israel menghancurkan rumah sakit di Gaza. Banyak orang meninggal, mulai dari bayi hingga orang tua, sebagai akibat dari pengeboman yang berulang.
Menurut Ashraf al-Qedra, Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, korban serangan Israel mencapai 7.326 orang, dengan 3.038 anak-anak, menurut Anadolu Ajansi pada Jumat (27/10).
Ashraf menyatakan bahwa total korban akibat agresi Israel di jalur Gaza telah mencapai 7.326, termasuk 3.038 anak-anak, 1.726 wanita, dan 414 orang lanjut usia.
Karena pengeboman Israel dan banyaknya korban jiwa, terutama anak-anak, Menteri Pendidikan Gaza mengumumkan bahwa tahun ajaran 2023/2024 berakhir.
Sebuah lembaga swadaya masyarakat bernama Defense for Children International-Palestine (DCIP) menyatakan bahwa setiap lima belas menit ada satu anak yang meninggal akibat serangan Israel.
Warga Palestina mengalami penderitaan yang tak henti-hentinya karena situasi di Gaza yang tidak aman saat ini. Tidak ada indikasi bahwa Israel akan berhenti menyerang Gaza.
Pada kenyataannya, Israel melepaskan bom fosfor putih, yang dilarang secara internasional, karena bom ini akan membakar kulit dan tidak akan berhenti sampai mencapai tulang.

Akun Twitter @BTSARMYcasa mengungkapkan bahwa selain serangan dari Israel, warga palestina telah mengalami pemadaman listrik dan pemutusan air bersih.
Selain itu, Israel telah menghentikan semua jaringan komunikasi dan internet warga Gaza, membuat mereka tidak dapat berkomunikasi dengan dunia luar.
Sejak hari Sabtu (28/10), warga palestina juga tidak memiliki layanan medis, obat-obatan, dan makanan dan minuman yang memadai.
Seorang warga Palestina mengungkapkan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa mereka mengalami malam yang buruk. Ia menyatakan bahwa serangan Israel ke Gaza tidak akan berhenti.
Warga Gaza Ahmed Hijazee menyatakan, “Kami mengalami malam terburuk dalam sejarah Gaza. Ratusan korban luka-luka dan syahid tidak dapat dijangkau ambulan. Gaza dimusnahkan!”
Sumber redaksi : Kompasiana & News Indozone















