Konsep Manajemen Penggerakan Dalam Hadist Persefektif Ilmu & Living Hadist

Rohaemi

- Penulis

Sabtu, 4 November 2023 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsep Manajemen Penggerakan Dalam Hadis Persepektif Ilmu dan Living Hadis
The concept of Actuating Managemen in Hadith Persepective of science and living hadith
( مفهوم إدارة التعبئة في الحديث من منظور علمي والحديث الحي )

A. PENDAHULUAN
Actuating atau pelaksanaan merupakan inti dari manajemen yang berfungsi untuk menggerakkan guna mencapai hasil atau tujuan. Actuating (pelaksanaan) juga berkaitan erat dengan fungsi leading, directing (pengarahan terhadap semua administrator agar melaksanakan tugas secara proporsional) dan motivating (memotivasi bawahan agar melaksanakan tugas dan tanggung jawab). Selain al-qur’an, penjelasan actuating (pelaksanaan) juga dijelaskan dalam hadits. Pentingnya kita mengetahui arti dan makna dari bacaan Al-Quran dan Hadis.

 

B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Manajemen Actuating (Penggerakan/Pelaksanaan) Dalam Al-Qur’an dan Hadis
Dalam al-qur’an maupun hadits manajemen actuating ditunjukkan dengan kata-kata kunci yaitu يفعل ,فعل (fa’ala-yaf’alu) artinya perintah (yang memberi perintah), mengerjakan (yang melaksanakan) . Dalam bahasa Al-Qur’an secara umum ditunjukkan dengan kata “tarbiyah” (تربية), “ta’lim” (تعليم), dan “ta’dib” (تأديب). Secara bahasa actuating adalah pengarahan atau dalam arti lain pergerakan, pelaksanaan. Sedangkan secara istilah actuating ialah mengarahkan semua anggota (bawahan/karyawan) agar mau bekerja sama secara efektif dalam mencapai tujuan dengan berdasarkan pedoman pada perencanaan sebelumnya Dengan kata lain actuating dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan guna mencapai tujuan organisasi dengan berdasarkan pedoman pada perencanaan dan usaha-usaha pelaksanaan. Pelaksanaan suatu pekerjaan dan penggunaan alat-alat bagaimanapun handal dan canggihnya, baru bisa dimanfaatkan apabila anggota organisasi ikut berperan aktif dalam melaksanakannya .
Menurut G.R Terry pengarahan adalah membuat semua anggota kelompok agar mau bekerja sama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha perorganisasian.
Menurut Koontz dan O’Donnel: Pengarahan adalah hubungan antara aspek-aspek individu yang ditimbulkan oleh adanya pengaturan terhadap bawahan untuk dapat dipahami dan pembagian pekerjaan yang efektif untuk tujuan perusahaan yang nyata. Sebagaimana dalam hadist diungkapkan sebagai berikut:

 

a. Matan Hadis Actuating
Artinya: Telah menceritakan kepada kami (Musaddad) telah menceritakan kepada kami (Abu’Awanah) dari (Abdurrahman bin Al Ashbahani) dari (Abu Shalih Dzakwan) dari (Abu Sa’id), bahwa seorang wanita menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyampaikan uneg-unegnya, “Wahai Rasulullah, orang laki-laki sudah biasa datang kepadamu dan menimba hadits, maka tolong berilah kami jatah harimu sehingga kami bisa menemuimu dan anda dapat mengajarkan kepada kami ilmu yang telah Allah ajarkan kepada anda.” Rasul mengiayakan dengan bersabda: “Boleh, berkumpullah kalian pada hari ini dan ini, di tempat si fulan dan fulan, ” maka para wanita pun berkumpul dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari mereka ilmu yang telah Allah ajarkan kepada beliau. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan kepada para wanita itu: “Tidaklah salah seorang di antara kalian melahirkan tiga anak (yang shalih), kecuali ketiga anak itu akan menjadi penghalang neraka baginya.” Maka ada seorang wanita yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana kalau hanya dua?” Wanita itu mengulanginya hingga dua kali. Maka Rasulullah menjawab: “Sekalipun hanya dua, sekalipun hanya dua”. (HR. Bukhari No.6766).

b. Rijal Hadis Actuating
هو سعد بن مالك بن سنان الأنصاري الخزرجي، أبو سعيد الخدري، وهو مشهور بكنيته، استُصغِر بأحد، واستشهد أبوه بها، وأوَّل مشاهده الخندق وغزا مع رسول الله صلَّى الله عليه وسلَّم اثنتي عشرة (١٢) غزوة. وكان رضي الله عنه من أفاضل الصحابة، حفظ عن رسول الله صلَّى الله عليه وسلَّم سننًا كثيرة، وله في كتب الحديث ألف ومائة وسبعون (١١٧٠) حديثًا
Artinya: Dia adalah sa’d bin malik bin sinan al-ansari al-khazraji, abu sa’id al-khudri, yang terkenal dengan julukannya, dia lebih kecil dari siapa pun, dan ayahnya mati syahid, dan penampakan pertamanya adalah parit dan dia menaklukkan dengan rasulullah (damai dan berkah allah besertanya) dua belas serangan. Dia adalah salah satu sahabat terbaik, dia menghafal dari rasulullah (damai dan berkah allah besertanya) bertahun-tahun, dan dia memiliki dalam buku-buku hadits seribu seratus tujuh puluh (1170) hadits .

c. Gharib Al-Hadis
1. فاجْعَل لنَا artinya ‟maka tentukan olehmu” juga bermakna
عَيِّن لنا أي artinya tunjukan pada kita;

2. تُقَدِّمُ ثَلاَثَة artinya ‟ditinggal mati oleh 3 anaknya” juga bermakna
تقدمهم للدفن بعد أن ماتوا mereka di hadirkan untuk dimakamkan setelah mereka meninggal;
3. حجابا artinya ‟penghalang” juga bermakna ساترا menutupi.

 

d. Makna Mufrodat Hadist Actuating
Arti Dibaca Mufrodat
Laki-laki Arijalu الرجال
Perempuan Imroata امرأة
Hari Yauma يوما

e. Gharib Al-Hadis
1. فاجْعَل لنَا artinya ‟maka tentukan olehmu” juga bermakna
عَيِّن لنا أي artinya tunjukan pada kita;
2. تُقَدِّمُ ثَلاَثَة artinya ‟ditinggal mati oleh 3 anaknya” juga bermakna
تقدمهم للدفن بعد أن ماتوا mereka di hadirkan untuk dimakamkan setelah mereka
Meninggal;
3. حجابا artinya ‟penghalang” juga bermakna ساترا menutupi.

 

f. Syarah Hadist Actuating
قالت امرأة للنبي -صلى الله عليه وسلم-: شغلك عنَّا الرجال الوقت كله، فأصبحنا لا نجد وقتا نَلقَاك فيه ونسألك عن ديننا، لملازمتهم لك سائر اليوم؛ فخُصَّنا معشر النساء بيوم نَلقَاك فيه لتُعَلِّمَنا فيه أمور ديننا، فخَصص النبي -صلى الله عليه وسلم- لهنَّ يوما يجتمعن فيه، فاجتمعت النسوة في اليوم الذي خَصَّه النبي -صلى الله عليه وسلم- لهُنَّ، فأتاهن فعلمهن مما علمه الله مما يحتجن إليه من العلم، ثم بَشَّرهن أنه ليس مِنْهنَّ امرأة يموت لها ثلاثة من أولادها ذكوراً أو إناثاً فتقدمهم للدار الآخرة صابرة محتسبة إلا كان مُصابها فيهم وقاية لها من النَّار وإن استوجبتها بذنوبها، فقالت امرأة: وإن مات لها اثنان، هل لها أجْر من مات لها ثلاثة من الولد؟ فقال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: وكذلك إن مات لها اثنان من الولد، فأجْرُها أجْرُ من مات لها ثلاثة من الولد
Artinya: Seorang wanita berkata kepada nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam: “orang-orang mengalihkan perhatian kami sepanjang waktu, jadi kami tidak dapat menemukan waktu untuk bertemu dengan anda dan bertanya tentang agama kami, karena mereka tinggal bersama anda selama sisa hari itu. Tiga dari anak-anaknya, laki-laki atau perempuan, dan dia membawa mereka ke akhirat dengan kesabaran yang diperhitungkan, kecuali penderitaannya ada di antara mereka untuk melindunginya dari api, dan jika dia mengharuskannya untuk melakukan dosa-dosanya, seorang wanita berkata: jika dua anaknya mati, apakah dia mendapat pahala dari orang yang mati untuk ketiga anaknya? Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- berkata: demikian pula, jika dua anak mati untuknya, pahalanya sama dengan orang yang mati untuk ketiga anaknya.

g. Faidah Hadist Actuating
واضع النبي -صلى الله عليه وسلم- واستجابته لطلب المرأة وحرصه على تعليم النساء ما يَخصُهن من الأمور .۱
تعليم المرأة ما ينفعها مشروع، بشرط عدم الخلوة، والبُعد عن أسباب الفتن .۲
جواز تخصيص يوم لتعليم النساء .۳
رغبة نساء الصحابة -رضي الله عنهن- وحرصهن لأخذ العلم .٤
حق المرأة في العلم، فإنها مُكلفة شرعاً، والعلم واجب عليها ليصلح به أمر دينها، .٥
ودنياها وتكون عضواً صالحا ًونافعاً في المجتمع
Artinya:
1. Nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- menanggapi permintaan wanita itu dan ketajamannya untuk mengajari wanita apa yang penting tentang mereka.
2. Mengajarkan wanita apa manfaat mereka adalah sah, asalkan mereka tidak sendirian dan bahwa mereka jauh dari penyebab fitnah
3. Diperbolehkan mencurahkan satu hari untuk pendidikan perempuan
4. Keinginan para wanita para sahabat (ra dengan mereka) dan ketajaman mereka untuk mengambil pengetahuan.
5. Hak seorang wanita atas pendidikan diamanatkan secara hukum, dan pengetahuan wajib baginya untuk mereformasi agama dan keduniawiannya dan menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna.
h. Makna Global Hadist Actuating
1. Hadis ini menggambarkan bahwa secara tidak langsung rosulullah salallahu alaihi wasallam memiliki peran sebagai penggerak ketika para wanita memiliki sebuah problematika dalam hidupnya.
2. Hadis ini juga secara tidak langsung memberikan pelajaran bahwa setiap muslim harus memliki sifat pemimpin menggerakkan bawahan dalam segala aspek kehidupan untuk mengatur segala urusan.
i. Fikih Hadist Actuating
1. Actuating / pelaksanaan yang baik akan menciptakan akhlak yang baik, karena akhlak yang baik adalah salahsatu sedekahnya seorang muslim, seperti dalam hadis كلمة الطيبة صدقة ucapan yang baik adalah sedekah.Fmfj
2. Actuating harus direalisasikan.

2. Pandangan Islam Tentang Actuating
Dalam bahasa arab, kata actuating diartikan sebagai kata “At-Taujih” yang berarti menggerakan atau mengarahkan. Dalam Al-Qur’an sudah banyak menjelaskan tentang kata-kata kunci yaitu proses menggerakan atau mengarahkan untuk mecapai tujuan bersama.
1. Al-Tabsyir (Kabar Gembira)
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 213, Allah S.W.T berfirman:
كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةً وَٰحِدَةً فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّۦنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ ۚ وَمَا ٱخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ أُوتُوهُ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَا ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ مِنَ ٱلْحَقِّ بِإِذْنِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Artinya: Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para Nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan di turunkan-Nya bersama mereka kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dia kehendaki ke jalan yang lurus.

2. Al-Indzar (Peringatan)
Kata “Indzar” ditafsirkan sya’rowi sebagai peringatan kepada orang kafir adanya neraka (punishmen), sebagaimana
“التبشير والإنذار” هي أن يتذكر الناس أن هناك جنة وناراً، ولذلك يبشر كل رسول من آمن من قومه بالجنة، وينذر من كفر من هؤلاء القوم بالنار .
Artinya : “Memberikan kabar baik dan peringatan” agar manusia mengingat bahwa ada surga dan neraka, oleh karena itu setiap Rosul memberikan kabar baik kepada umatnya yang beriman dengan surga, dan memperingatkan orang-orang kafir di antara orang-orang tersebut dengan neraka.
3. Al-Dakwah (Mengajak atau Menyeru)
Menurut Muhammad Khidr Husain dakwah adalah upaya untuk memotivasi orang agar berbuat baik dan mengikuti jalan petunjuk dan melakukan kebaikan dengan tujuan mendapatkan kesuksesan dan kebahagian di dunia dan di akhirat . Salah satu surat Al-Nahl ayat 125, Sebagaiman dalam firman allah:
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

4. Al-Tarbiyah (Bimbingan atau Pendidikan)
Menurut Muhammad Al-Qosimi tarbiyah merupakan proses penyampaian sesuatu batas kesempurnaan yang dilakukan secara tahap demi tahap. Sedangkan menurut Al-Asfahani tarbiyah sebagai proses menumbuhkan sesuatu secara setahap dan dilakukan sesuai dengan batas kemampuan sebagaimana terdapat dalam surat Al-Isra Ayat 24 yang berbunyi.
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
Artinya: Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.

5. Al-Irsyad (Pengarahan)
Abu Al-farj bin Al-Jauzi mendefinisikan kata “irsyad” sebagai usaha yang dikeluarkan untuk memberikan nasihat kepada orang lain serta pengarahan kepada kegiatan yang positif seperti ungkapannya:
مصطلح النصح والإرشاد : ويعني بذل النصح للآخرين ودلالتهم على الخير وإرشادهم إليه ؛ (وممن استخدم هذا المصطلح أبو الفرج بن الجوزي ( المتوفى سنة 597هـ
Artinya : Memberikan nasehat kepada orang lain, mengarahkan mereka pada kebaikan, dan membingbing mereka kepada kebaikan tersebut. Di antara mereka yang menggunakan istilah ini adalah Abu Al-Faraj bin Al-Jawzi (yang meninggal pada tahun 597 H)
3. Implementasi Actuating Dalam Al-Qur’an dan Hadist
و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ وَاللَّفْظُ لِأَبِي كُرَيْبٍ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي أُبْدِعَ بِي فَاحْمِلْنِي فَقَالَ مَا عِنْدِي فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا أَدُلُّهُ عَلَى مَنْ يَحْمِلُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ ح و حَدَّثَنِي بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ شُعْبَةَ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ كُلُّهُمْ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَاد
Artinya: Dari abu mas’ud al-anshari, rasulullah saw bersabda: seorang laki-laki datang kepada rasulullah saw dan berkata: tungganganku (kendaraanku) tidak bisa digunakan lagi, bawalah aku dengan kendaraanmu! rasulullah menjawab: saya tidak memiliki (tunggangan) kendaraan. kemudian ada seorang laki-laki yang menyahut dan berkata: rasulullah saya akan menunjukkan padanya kepada orang yang bisa membawanya (mengangkutnya). rasulullah saw pun berkata: barang siapa yang menunjukan suatu kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sama dengan pahala orang yang melakukan kebaikan itu. (HR. Muslim, No. 3509).
Dalam sejarah yang dibukukan dalam Al-Qur’an dan Hadis, ada beberapa langkah yang dilakukan rasul dan para sahabat dalam menggerakan kaumnya, antara lain:
1. Directing
Dalam memberikan arahan kepada kaum, Rasulullah S.A.W telah memberikan gambaran (contoh) dalam memerintah kepada umatnya untuk melaksanakan sholat, rosul memberikan Contoh atau model. Hal ini bisa di lihat dalam beberapa hadis sebagai berikut.
وقد قال صلى الله عليه وسلم : {صلواكمارايتموني أصلي} حد ثنا يحيى عن ابن جريج أخبرني أبو الزبيرانه سمع جبرايقول رأيت النبي صلى الله اعليه وسلم يرمي على راحلته يوم النحريقول لناخذوامناسككم فإني لاٲدري لعلي ان لااحج بعدحجتي هذه
Di dalam islam terdapat perintah atau kewajiban untuk melaksanakan sholat dan haji, namun bagaimana melaksanakannya tidak dijelaskan secara rinci, tapi disampaikan dalam bentuk contoh atau model yang diberikan oleh Rasulullah.Dua hadits di atas menjelaskan tentang arahan-arahan rasulullah kepada umat Islam dalam menjalankan kewajiban sholat dan haji. Di mana rasulullah tidak hanya menjelaskan secara verbal tetapi juga disertai dengan contoh atau model.
Dalam sebuah organisasi ada aturan-aturan yang harus di ikuti oleh seluruh elemen organisasi. Untuk dapat melaksanakan aturan-aturan tersebut maka diperlukan tida hanya arahan dalam bentuk verbal maupun tulis, tetapi juga arahan dalam bentuk contoh perilaku oleh pemimpin.
2. Coordinating
Dalam melaksanakan kegiatan musyawarah coordinating (kordinasi) sangat penting karena dengan hal ini membawa seluruh komponen bisa berjalan sesuai dengan rencana sehingga hambatan yang ditemukan dalam melaksanakan kegiatan dapat teratasi sebagaimana dalam hadis sebagai berikut:
أي : لا يبرمون أمرا حتى يتشاوروا فيه ، ليتساعدوا بآرائهم في مثل ( وأمرهم شورى بينهم ) الحروب وما جرى مجراها ، كما قال تعالى : ( وشاورهم في الأمر فإذا عزمت فتوكل على الله )
(آل عمران : 159 )
Artinya : (Dan urusan mereka adalah musyawarah di antara mereka sendiri) maksudnya: mereka tidak akan menyimpulkan suatu perkara sebelum mereka berkonsultasi mengenai hal itu, agar mereka terbantu pendapatnya dalam perang-perang tersebut dan sejenisnya, sebagaimana firman Tuhan Yang Maha Esa: (Dan bermusyawarahlah dengan mereka) dalam perkara itu, dan apabila kamu telah mengambil keputusan, maka bertawakallah kepada Allah) (Al Imran : 159)
3. Communication
Dalam memberikan perintah (menyampaikan) komunikasi menetukan keberhasilan untuk sebuah rencana agar keberhasilan berjalan dengan baik sebagaimana dalam surat As-Shaffat: 102 sebagai berikut:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya : Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

4. Motivasi
Dalam menjalankan perintah ketika Rasulullah S.A.W memimpin perang, Allah S.W.T menyuruhnya untuk mengobarkan semangat juang bagi para kaum mukminin agar memotivasi pasukannya supaya bersemangat dalam peperangan sebagaimana firman Allah S.W.T: dalam Surat Al-Anfal Ayat 65
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلَى الْقِتَالِۗ اِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ عِشْرُوْنَ صَابِرُوْنَ يَغْلِبُوْا مِائَتَيْنِۚ وَاِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ مِّائَةٌ يَّغْلِبُوْٓا اَلْفًا مِّنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ
Artinya : Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti.
4. Prinsip Actuating Dalam Al-Qur’an dan Hadist
Prinsip-prinsip actuating menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai berikut;
1. Prinsip Tadriji
Dalam implementasi tugas-tugas kita harus menggunakan pendekatan bertahap. Hal ini tergambar dari kisah pengharaman Khamr yang termaktub dalam Al-Qur’an. Dan juga kisah Sayidina Ali bin Abi Thalib ketika diutus Rasulullah memimpin perang Khaibar.

2. Prinsip Modeling/ Uswah
Dalam Kitabnya Allah S.W.T telah memberikan gambaran kepada kita semua khususnya mengenai prinsip modeling actuating, seperti dalam Surat Al-Nahl ayat 125.
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Artinya “Serulah (manusia) kepada jalan tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang siapa yang mendapat petunjuk”
Dalam Kitab Al-Mursyidu Al-Amin, Al-Ghozali menjelaskan ayat ini, bahwa untuk menyeru kepada kelompok yang telah memiliki kompetensi bagus dengan cara bijaksana, sedangkan untuk kelompok awam (masyarakat umum) dengan cara mau’idhoh (nasehat), dan untuk kelompok mu’aniddin dengan cara jidal seperti ungkapannya sebagai berikut:
فهو يدعو الخواص بالحكمةوالعوام بالمواعظ والمعاندين بالجدال فهوينجوبنفسه وبغيره وهذاهوكمال الإنسن
Artinya: Dia menyeru kaum elit untuk bijaksana, rakyat jelata untuk berdakwah, dan kaum yang keras kepala untuk berdebat, sehingga dia menyelamatkan dirinya sendiri dan orang lain, dan inilah kesempurnaan umat manusia.

3. Prinsip Keseimbangan
Prinsip ketiga yang harus diperhatikan dalam implementasi actuating adalah keseimbangan antara reward dan punishment. Seperti yang difirmankan Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 45
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَرْسَلْنَٰكَ شَٰهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Artinya : “Wahay Nabi! Sesungguhnya kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan”

4. Prinsip Kejelasan
Prinsip selanjutnya yang harus diperhatikan adalah kejelasan. Seperti tergambar dalam peristiwa perang uhud, Rasulullah S.A.W berkata “tidak seorangpun boleh melakukan penyerangan sebelum saya perintahkan”. Rasulullah S.A.W memobilisasi perang dengan 700 prajurit dan membagi tugas. Bendera perang dipengang oleh Mushab bin Umair dan pasukan panah yang berjumlah 50 orang prajurit dipimpin oleh Abdullah bin Zuabair, terhadap pasukan panah Rasulullah S.A.W memberikan arahan “pertahankan pasukan kita dengan panah jangan sampai mereka menyerang dari belakang, baik kita dalam keadaan unggul atau terdesak. Rasulullah S.A.W juga berpesan kepada pasukannya untuk tetap dalam posisi masing-masing, jangan sampai berpisah atau berpencar sekalipun mereka melihat burung menyambar pasukan.

C. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian yang telah dibahas pada penjelasan di atas, Actuating adalah serangkaian kegiatan manajemen yang artinya menggerakan, melaksanakan atau yang mempengaruhi keberhasilan dalam mencapai tujuan kegiatan demi terlaksananya sebuah rencana yang harus berjalan secara optimal sesuai dengan apa yang telah ditetapkan bersama.
Maka proses ini juga memberikan motivating untuk memberikan penggerakan dan kesadaran terhadap dasar dari pada pekerjaan yang mereka lakukan, yaitu menuju tujuan yang ingin dicapai, disertai memberikan inovasi baru, bimbingan atau pengarahan, sehingga mereka bisa menyadari dan timbul kemauan untuk bekerja dengan tekun dan baik.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Intip Tampilan Sertifikat TKA: ‘Tiket Emas’ Baru untuk PPDB hingga Masuk Kuliah!
Lulus PPG 2025, NRG Sudah Terbit Desember, Ini Jawaban Pasti Kapan TPG Mulai Cair
Rapor Pendidikan 2025: Peningkatan Literasi dan Numerasi, Namun Kesenjangan Masih Terjadi
MAN 2 Kota Cilegon Menjadi Juara dari Tingkat Kota sampai Internasional
Tim Pramuka MAN 1 Lebak Sabet Juara Umum di Patriot Scout Competition 2025
Persyaratan Dokumen Lapor Diri dan RPL untuk PPG 2025
Kakanwil Kemenag Banten Berikan Pembinaan ASN Guru Madrasah Terkait Penguatan Kinerja
Panduan Lengkap Penggunaan Rapor Digital Madrasah (RDM) dengan Update P5-PPRA Terbaru

Berita Terkait

Rabu, 31 Desember 2025 - 05:38 WIB

Lulus PPG 2025, NRG Sudah Terbit Desember, Ini Jawaban Pasti Kapan TPG Mulai Cair

Senin, 24 Februari 2025 - 17:01 WIB

MAN 2 Kota Cilegon Menjadi Juara dari Tingkat Kota sampai Internasional

Minggu, 23 Februari 2025 - 18:00 WIB

Tim Pramuka MAN 1 Lebak Sabet Juara Umum di Patriot Scout Competition 2025

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 11:09 WIB

Kakanwil Kemenag Banten Berikan Pembinaan ASN Guru Madrasah Terkait Penguatan Kinerja

Rabu, 9 Oktober 2024 - 07:00 WIB

Panduan Lengkap Penggunaan Rapor Digital Madrasah (RDM) dengan Update P5-PPRA Terbaru

Selasa, 8 Oktober 2024 - 15:27 WIB

Asta Sabakingking, Paskibra SMAN 8 Kota Serang Terus Menorehkan Prestasi

Minggu, 6 Oktober 2024 - 16:55 WIB

MDTA Al-Khairiyah Lopang Melaju dalam PORSADIN VI Tingkat Kecamatan Serang Tahun 2024

Jumat, 4 Oktober 2024 - 15:46 WIB

Keren, Masjid Bani Umar, Tangsel, Jadi Juara Masjid Percontohan dan Ramah (AMPeRa) Tingkat Nasional 2024

Berita Terbaru