Istilah “Guru Penggerak” menggema di dunia pendidikan Indonesia, melambangkan sosok inspiratif yang mampu membawa perubahan positif bagi sekolah dan murid. Namun, ironisnya, ada pula “Guru Penggerak” yang tidak bergerak, terjebak dalam rutinitas dan keengganan untuk berkembang.
Siapakah mereka?
- Guru yang Terjebak Zona Nyaman: Merasa puas dengan pencapaian dan enggan keluar dari zona nyaman, sehingga stagnan dan tidak menunjukkan kemajuan.
- Guru yang Kurang Motivasi: Kehilangan semangat dan motivasi untuk berinovasi, terbebani oleh administrasi dan tugas mengajar yang monoton.
- Guru yang Kurang Dukungan: Minimnya pelatihan, pendampingan, dan penghargaan dari sekolah dan pemerintah, membuat mereka kesulitan untuk berkembang.
- Guru yang Memiliki Keterbatasan: Faktor eksternal seperti keterbatasan akses teknologi, infrastruktur, dan sumber daya, menghambat pergerakan mereka.
Dampak Guru Penggerak yang Tidak Bergerak:
- Menurunkan Kualitas Pembelajaran: Murid tidak mendapatkan pembelajaran yang optimal dan inspiratif, menghambat perkembangan mereka.
- Memperlambat Inovasi Pendidikan: Sekolah tertinggal dalam perkembangan pedagogi dan teknologi, tertinggal dari sekolah lain yang maju.
- Menurunkan Semangat Guru Lain: Ketiadaan role model yang inspiratif memicu demotivasi di kalangan guru lain, memperparah situasi.
Merubah “Guru Penggerak yang Tidak Bergerak”:
- Penguatan Motivasi: Memberikan pelatihan dan seminar untuk membangun semangat dan motivasi intrinsik para guru.
- Pemberian Dukungan: Menyediakan akses ke pelatihan, pendampingan, dan penghargaan, serta infrastruktur dan teknologi yang memadai.
- Penciptaan Lingkungan Kondusif: Membangun budaya belajar yang positif dan kolaboratif di sekolah, mendorong inovasi dan pertukaran ide.
- Pengembangan Diri: Mendorong guru untuk terus belajar dan mengembangkan diri, mengikuti perkembangan pedagogi dan teknologi terbaru.
Melangkah Maju Bersama:
Hanya dengan upaya kolektif dari berbagai pihak, “Guru Penggerak yang Tidak Bergerak” dapat didorong untuk kembali aktif dan berkontribusi dalam memajukan pendidikan. Pemerintah, sekolah, dan komunitas harus bersinergi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pergerakan dan pengembangan guru.
Mari jadikan “Guru Penggerak” sebagai kekuatan pendorong transformasi pendidikan di Indonesia.
Sumber Referensi:
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia: https://www.kemdikbud.go.id/
- Program Guru Penggerak: [URL yang tidak valid dihapus]
- Artikel: Guru Penggerak Harus Mampu Bergerak dan Menggerakan: https://gtkdikmendiksus.kemdikbud.go.id/guru-penggerak-akan-di-delete-dan-dimasukkan-ke-laut-bila-tidak-mampu-bergerak-dan-menggerakkan/
Catatan:
- Tulisan ini hanya refleksi singkat, untuk analisis lebih mendalam diperlukan penelitian dan kajian yang lebih komprehensif.
- Diharapkan tulisan ini dapat memicu diskusi dan solusi konstruktif untuk memajukan pendidikan di Indonesia.















