Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan lainnya , sehingga dalam kehidupannya selalu ada timbal balik yang Saling berkaitan untuk menjaga keberlangsungan hidupnya.
Dalam hubungannya dengan manusia lain maka dibutuhkan komunikasi sebagai sarana penyaluran informasi atau berita. Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial. Al Qur’an mengajarkan kepada manusia untuk berkomunikasi dengan baik Agar terciptanya hubungan harmonis antara komunikan dan komunikator sehingga pesan-pesannya tersampaikan dan dapat difahami.
Dalam Pendidikan, aktivitas komunikasi sangatlah dibutuhkan, sebab proses pendidikan akan berjalan melalui adanya aktivitas komunikasi. Sementara itu bentuk komunikasi pendidikan Islam adalah komunikasi interpersonal face to face satu arah, dua arah dan banyak arah. Materi-materi komunikasi pendidikan semuanya didasarkan pada tauhid, pesan dirancang sesuai dengan perkembangan psikologis peserta didik, informasi disampaikan secara informatif dan persuasif, dan terakhir; guru tetap menjadi pusat/sentral dalam komunikasi pendidikan Islam.
Komunikasi menjadi bagian terpenting dari aktivitas manusia sehingga Sebagian besar dari aktivitas manusia adalah berkomunikasi. Komunikasi ada sejak manusia ditakdirkan tercipta di muka bumi. Komunikasi melibatkan hubungan antara manusia dengan manusia yang telah lama terjadi sejak zaman Nabi Adam AS. Manusia mempunyai kedudukan yang sangat strategis sebagai makhluk sosial, karena hanya manusialah makhluk yang diberi anugerah bisa bicara. Dengan kemampuannya tersebut manusia mampu membangun hubungan sosialnya dan mengembangkan seluruh potensinya. Dalam Al Qur’an Allah memberikan gambaran tentang proses komunikasi seperti tersirat dalam firmannya Q.S Ar-Rahman : 4
عَلَّمَهُ ٱلْبَيَانَ
Artinya : “mengajarnya pandai bicara”.
Menurut Syaikh Muhammad bin shalih asy-syawi dalam kitab An Nafahat Al Makiyyah , “Allah menyebutkan bahwa Dialah yang mengajarkan manusia pandai berbicara yang dengannya sempurna pemahaman di antara makhluk atas segala urusan mereka, dan Allah mengawali penyebutan Al Qur’an di dalamnya karena ada petunjuk bahwa Allah memiliki cara sebelum menciptakan makhluk, dan Al Qur’an adalah sebesar-besar nikmat yang layak untuk disyukuri dan ditaati”
- Kajian Teori Komunikasi
- Pengertian komunikasi Pendidikan Islam
Komunikasi menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pengiriman dan penerimaan pesan berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang di maksud dapat di fahami[1].
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Inggris yaitu communication yang berasal dari kata Latin, communication, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna. Sama makna berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampai pesan dan orang yang menerima pesan baik secara verbal dan non verbal [2].
Menurut H.A.W Wijaya Komunikasi merupakan hubungan kontak antar manusia baik individu maupun kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak, komunikasi adalah bagian dari kehidupan itu sendiri, karena manusia melakukan komunikasi dalam pergaulan dan kehidupannya[3].
Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa Latin, yaitu cum, sebuah kata depan yang artinya dengan atau bersama dengan, dan kata unit sebuah kata bilangan yang berarti satu.[4]
Menurut pendapat Hovland, Janis dan Kelly, Komunikasi adalah suatu proses memberikan signal menurut aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat didirikan, dipelihara. Menurut Brent D Ruben, Komunikasi adalah proses dengan menggunakan simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti. Pendapat William D Seller, Komunikasi adalah pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara sipengirim dan sipenerima pesan untuk mengubah tingkah laku[5] .
Dari beberapa konsep pengertian komunikasi maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan proses penyampaian informasi kepada orang lain baik secara tertulis (non Verbal) maupun Lisan (Non verbal) dari individu maupun kelompok sehingga pesan tersampaikan dan diharapkan dapat mengubah perilaku yang akan mempengaruhi kehidupannya.
Tujuan berkomunikasi untuk mengubah sikap, pendapat, perilaku, dan sosial. Komunikasi dapat merubah sikap, pendapat, dan perilaku seseorang hingga sosial masyarakat seseorang sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh pemberi informasi. Sehingga pada hakikatnya, komunikasi bertujuan menyampaikan suatu informasi yang dapat dimengerti oleh orang lain. Informasi tersebut kemudian diharapkan menghasilkan umpan balik berupa perubahan positif dari si penerima informasi.
Secara garis besar komunikasi dibagi menjadi 2 bagian yaitu (1) Komunikasi verbal dan (2) Non verbal. Komunikasi Verbal adalah sebuah proses komunikasi yang mana pesannya disampaikan dengan menggunakan kata-kata. Baik itu melalui lisan atau pun tulisan. Komunikasi non verbal ini kebalikan dari komunikasi verbal. Komunikasi non verbal berarti sebuah proses komunikasi yang mana pesannya disampaikan tidak menggunakan kata-kata, melainkan menggunakan bahasa tubuh, gerak isyarat, ekspresi wajah dan kontak mata, begitu juga dengan intonasi, kualitas suara dan gaya bicara serta emosi.
Dalam Berkomunikasi melibatkan beberapa unsur. Diantaranya yaitu: a. Komunikator (pembawa pesan). b. Komunikan (penerima pesan). c. Tujuan. d. Ide atau Gagasan. e. Tersedia saluran yang dapat menghubungkan sumber informasi dengan penerima informasi. f. Respon dari penerima pesan. g. Noise[1].
- Pendidikan Islam
Istilah pendidikan dalam Bahasa Indonesia berasal dari kata “didik” dengan memberinya awalan “pe” dan akhiran “an”, mengandung arti “perbuatan” (hal, cara dan sebagainya)[2].
Pendidikan ini berasal dari bahasa yunani, yaitu “paedagogie”, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan “education” yang berarti pengembangan atau bimbingan. Dalam bahasa Arab istilah ini sering diterjemahkan dengan “tarbiyah” yang berarti Pendidikan.
Pendidikan dalam Bahasa arab juga diartikan sebagai tarbiyah[3]. tarbiyah menuntut adanya penjenjangan dalam transformasi ilmu pengetahuan, mulai dari pengetahuan yang dasar menuju pada pengetahuan yang sulit.
Pendidikan Dalam perkembangannya berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja terhadap anak didik oleh orang dewasa agar ia menjadi orang dewasa. Dalam perkembangan selanjutnya pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tingi dalam arti mental[4].
Kita sering terjebak dengan dua istilah antara pendidikan Islam dan pendidikan agama Islam (PAI) padahal hakikatnya secara substansial pendidikan agama Islam dan pendidikan Islam sangat berbeda.
Pendidikan agama islam merupakan Usaha-usaha yang di ajarkan tentang personal agama, sedangkan pendidikan Islam adalah nama sebuah sistem, yaitu sistem pendidikan yang Islami.
Secara sederhana pendidikan Islam adalah pendidikan yang “berwarna” Islam. Maka pendidikan Islami adalah pendidikan yang berdasarkan islam. Dengan demikian nilai-nilai ajaran islam itu sangat mewarnai dan mendasari seluruh proses pendidikan.
Dilihat dari sudut etistimologis, istilah pendidikan Islam sendiri terdiri dari atas dua kata, yakni “pendidikan” dan “islami”. Definisi pendidikan sering disebut dengan berbagai istilah, yakni al-tarbiyah, al-taklim, al-ta’dib dan al-riyadoh. Setiap istilah tersebut memiliki makna yang berbeda-beda, hal ini dikarenakan perbedaan kontek kalimatnya dalam pengunaan istilah tersebut. Akan tetapi dalam keadaan tertentu semua istilah itu memiliki makna yang sama, yakni pendidikan[1].
- Kajian Ayat Al Qur’an
Di dalam Alquran terdapat 6 term komunikasi dengan terminologi qaulan, yaitu qaulan sadiidan (perkataan yang benar dan tepat), qaulan baliighan (perkataan yang sampai pada tujuan), qaulan ma’rūfan (perkataan yang baik), qaulan kariiman (perkataan yang mulia), qaulan layyinan (perkataan yang lembut), dan qaulan maysuuran (perkataan yang ringan)
- Qaulan Sadiidan (perkataan yang benar, tepat,jujur, tidak berbelit-belit)
Surat an-Nisaa’ ayat 9
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدً
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar[2].
Surat al-Ahzab ayat 70.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar.[3]
- Qaulan Baliighan (perkataan yang mudah dimengerti, jelas, tepat sasaran)
Surat an-Nisaa’ ayat 63.
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ يَعْلَمُ اللّٰهُ مَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَّهُمْ فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ قَوْلًا ۢ بَلِيْغًا
“Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan Katakanlah kepada mereka Perkataan yang berbekas pada jiwa mereka[4].
- Qaulan Ma’rūfan (perkataan yang baik, bermanfaat, sopan, pantas disampaikan)
Surat an-Nisā’ ayat 8.
وَاِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ اُولُوا الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنُ فَارْزُقُوْهُمْ مِّنْهُ وَقُوْلُوْا لَهُمْ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا
“Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, Maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang baik”[5].
- Qaulan Kariiman (perkataan yang mulia, tepat dengan kondisi)
Surat al-Isra’ ayat 23.
۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia”[6].
- Qaulan Layyinan (perkataan yang lembut, tidak menyakiti)
surat Thaāhaā ayat 44.
فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut.
- Qaulan Maysūran (perkataan yang ringan, mudah dicerna dan difahami)
Surat al-Isrā’ ayat 28.
وَاِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاۤءَ رَحْمَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ تَرْجُوْهَا فَقُلْ لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُوْرًا
“Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, Maka Katakanlah kepada mereka Ucapan yang pantas[7].
- PERAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Berdasarkan rujukan dari ayat-ayat diatas tentang komunikasi, bahwa komunikasi merupakan fitrah manusia. Al qur’an memberikan kata kunci yang berkaitan dengan hal itu yaitu Al Qaul. Menurut Jalaludin Rakhmat, kata qaulan sadiidan merupakan kemampuan seseorang untuk berkata benar atau berkomunikasi dengan baik[8]. Dengan komunikasi, manusia mengekspresikan dirinya, membentuk jaringan interaksi sosial, dan mengembangkan kepribadiannya. Para pakar komunikasi sepakat dengan para psikolog bahwa kegagalan komunikasi berakibat fatal baik secara individual maupun sosial[9].
Peran komunikasi dalam Pendidikan Islam sangatlah penting, terkait dengan pengelolaan manajemen Lembaga dan pembelajaran siswa disekolah. Ketidak efektifan komunikasi akan menyebabkan kegagalan dalam mencapai suatu tujuan.
Pada Lembaga Pendidikan jika dalam lingkupnya tidak terjalin komunikasi yang baik maka proses pencapaian pada tujuan dari Lembaga itu tidak akan tercapai.
Komunikasi dan pendidikan memiliki keterkaitan yang sangat signifikan. Komunikasi menyatu dalam proses pendidikan. Pemaknaan atau pendefinisian keterlibatan komunikasi pendidikan dalam proses pendidikan secara konseptual sesungguhnya adalah, Pertama: (1) memformulasikan secara jelas keterlibatan komunikasi dalam pendidikan, (2) menjelaskan bahwa teori-teori komunikasi sesungguhnya dapat dan sangat vital dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan. (3) mengisyaratkan bahwa kegagalan komunikasi dalam proses pendidikan akan sangat mempengaruhi keberhasilan proses pendidikan.
Al qur’an memberikan penjelasan tentang bagaimana manusia beretika dalam berkomunikasi. Dalam buku Antologi kajian Islam “komunikasi dalam perspektif islam”, etika dalam berkomunikasi diantaranya ; (1) salam sebelum memulai pembicaraan “Qaulan ma’ruufan”, (2) Lembah lembut dalam berbicara “Qaulan layyiina”, (3) bertutur kata baik dan sopan “Qaulan ma’ruufan”, (4) Ramah “qaulan kariiman”, (5) Menyesuaikan pembicaraan dan Bahasa “Qaulan Maisyuuran”, (6) Bersikap jujur “qaulan sadiidan”, (7) pesan akurat “Qaulan kariiman”[10].
Pentingnya komunikasi dalam pendidikan untuk mengantisipasi atau meminimalisir faktor-faktor yang turut berkontribusi terhadap kurang berhasilnya proses pendidikan dari perspektif komunikasi. Hal ini didasari asumsi yaitu: Pertama; bahwa komunikasi pendidikan Islam memiliki dimensi yang berbeda dengan komunikasi pendidikan pada umumnya. Kedua; dalam Al-Qur’an sendiri diyakini terdapat nilai-nilai dasar serta fondasi komunikasi pendidikan yang harus dan perlu dikembangkan sehingga dapat dijadikan acuan oleh pendidik dalam pembelajaran[11]. Al-qur‟an sendiri telah menyatakan dengan tegas dalam surah, al-An’am ayat 38 :
مَا فَرَّطْنَا فِى الْكِتٰبِ مِنْ شَيْءٍ
(Tiadalah kami luputkan /alpakan sesuatu pun dalam al-qur‟an).
Pengertian komunikasi pendidikan secara sederhana adalah Proses penyampaian informasi, gagasan, ide-ide, dan keterampilan, tentang materi pendidikan, dari komunikator (pendidik) kepada komunikan (peserta didik), dengan menggunakan symbol verbal dan non verbal, agar dapat membentuk dan mengembangkan kepribadian peserta didik kearah yang lebih baik. tujuan akhirnya antara komunikasi dan Pendidikan Islam adalah sama yaitu perubahan (perubahan perilaku). hanya yang berbeda pada isi dan kualitas perubahan. Dengan demikian dari rumusan komunikasi pendidikan tersebut, maka rumusan komunikasi pendidikan Islam yang digunakan dalam tulisan ini adalah: Proses penyampaian informasi, gagasan, ide-ide, dan keterampilan dari komunikator (pendidik) kepada komunikan (peserta didik) tentang ajaran Islam, (aqidah,Ibadah dan Mu’amalah) dengan menggunakan symbol verbal dan non verbal berdasarkan prinsip dan kaedah komunikasi dalam Al-Qur’an dan hadist, agar dapat dan mengembangkan kepribadian peserta didik kearah yang lebih baik sesuai ajaran Islam.
Ada komunikasi dalam kajian Islam yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Yaitu komunikasi manusia dengan Allah, komunikasi manusia dengan dirinya sendiri, dan komunikasi manusia dengan yang lainnya[].
Daftar Pustaka
Abdul Aziz. “Komunikasi Pendidik Dan Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam.” Mediakita 1, no. 2 (2017): 173–184.
At-thabari. “Jami’ Albayan” (1988).
Dkk, Sudirman. Ilmu Pendidikan. Bandung: CV Remaja karya, 1987.
Garahap, Ginda. “Konsep Komunikasi Pendidikan Dalam Al Qur’an.” ar risalah (2018).
Gunawan, Heri. Pendidikan Islam Kajian Teoritis Dan Pemikiran Tokoh. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2014.
Karim, Abdul malik. “Model Komunikasi Di Lembaga Pendidikan” (2019).
Kholil, Syukur dalam hasan asari dan amroeni. “Komunikasi Dalam Perspektif Islam” (n.d.).
muh, syawir dahlan. “Etika Komunikasi Dalam Qur’an Dan Hadits” (n.d.).
Muhammad, Arni. “Komunikasi Organisasi,” no. January (2009): 228.
Murni. “Urgensi Komunikasi Dalam Manajemen Pendidikan Islam.” Intelektualita 4, no. 2 (2016): 28–43. http://103.107.187.25/index.php/intel/article/view/4134.
Nana sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: sinar baru algesindo, 2000.
Poerwadarminta. W.J.S. KBBI. PT. Balai Pustaka, n.d.
Poppy, Ruliana. Komunikasi Organisasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo persada, 2014.
Rahmat. Efektivitas Berkomunikasi Dalam Islam. 1st ed. Bandung: Mizan, 1999.
Sukra, Yuhara. Pedoman Perbaikan Pendidikan. Jakarta: UI Press, 2004.
Widjaya. H.A.W. Ilmu Komunikasi Pengantar Studi. Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
AlQur’an, n.d.















